SPEDISIA-MAKASSAR – Universitas Bosowa (Unibos) dan Politeknik Bosowa (Poltekbos) menerima 4.411 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Mereka berasal dari 31 provinsi dan 197 kabupaten/kota di Indonesia.

Jangkauan penerimaan mahasiswa baru tersebut bahkan menembus mancanegara. Sebanyak 25 mahasiswa berasal dari empat negara, yakni Sudan, Nigeria, Timor Leste, dan Korea Selatan.

Rektor Unibos Prof Dr Ir Batara Surya ST MSi mengatakan, sebaran mahasiswa baru tersebut menunjukkan semakin luasnya daya tarik Unibos dan Poltekbos.

“Jangkauan tersebut sekaligus memperkuat posisi Unibos dan Poltekbos sebagai perguruan tinggi yang memiliki cakupan mahasiswa luas,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Marowa Unibos dan Poltekbos, Rabu (9/9).

Kegiatan bertajuk “Akselerasi: Melaju Menuju Indonesia Depan” itu juga dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Stella Christie.

Munafri meminta mahasiswa baru tidak hanya mengejar prestasi akademik. Menurut dia, kecerdasan intelektual perlu diimbangi karakter, akhlak, kepedulian sosial, serta keberanian mengambil peran dalam pembangunan.

“Makassar hari ini penduduknya 1,4 juta jiwa dan menjadi kota terbesar di bagian timur Indonesia. Banyak peluang dan harapan yang digantungkan masyarakat di kota ini, termasuk anak-anak muda yang datang untuk menuntut ilmu,” kata Munafri.

Dia mendorong mahasiswa terlibat dalam pembangunan kota melalui gagasan kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Mahasiswa, lanjutnya, juga memiliki posisi strategis sebagai penyambung aspirasi masyarakat sekaligus kontrol sosial terhadap pemerintah.

“Makassar membutuhkan semangat anak muda untuk berkolaborasi. Kami membutuhkan pikiran-pikiran kritis dari anak muda untuk memastikan pembangunan kota berjalan maksimal,” ujarnya.

Pemkot Makassar, kata Munafri, membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dapat melibatkan mahasiswa dalam berbagai program pembangunan di wilayah Kota Makassar.

Munafri juga memperkenalkan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai ruang pengembangan keterampilan, bakat, dan kreativitas anak muda. Fasilitas tersebut juga dapat mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja dan bisa dimanfaatkan secara gratis.

Selain itu, mahasiswa diajak memanfaatkan Lontara Plus, super apps Pemkot Makassar yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan. Platform tersebut dapat digunakan mahasiswa untuk memperoleh informasi sekaligus melaporkan persoalan yang ditemukan di wilayah kota.

Pesan lain yang disampaikan Munafri berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dia meminta mahasiswa yang tinggal di Makassar ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mulai mengelola sampah dari tempat tinggal masing-masing.

“Mulai hari ini, mahasiswa baru yang datang di Kota Makassar, tolong jangan buang sampah sembarangan. Sampah harus dikelola, bukan hanya di kampus, tetapi juga di tempat kalian berdomisili,” tegasnya.

Sementara itu, Wamendiktisaintek Prof Stella Christie mengajak mahasiswa ikut berkontribusi dalam pembangunan melalui gagasan kritis, kreativitas, dan kolaborasi.

“Kami membutuhkan pikiran-pikiran kritis dari anak muda untuk memastikan pembangunan kota berjalan maksimal,” ujarnya.

Stella juga mendorong mahasiswa memanfaatkan perkembangan teknologi dan digitalisasi pemerintahan untuk memperkuat kolaborasi serta kontribusi generasi muda dalam pembangunan Indonesia.

Munafri mengapresiasi Unibos dan Poltekbos yang terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia. Dia berharap mahasiswa baru tumbuh menjadi generasi yang kompeten sekaligus memiliki tanggung jawab sosial.Kami butuh mahasiswa yang cerdas, pintar, tapi juga punya akhlak, akhlakul karimah,” tegasnya. (***)