SPEDISIA–MAKASSAR,- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Makassar menggelar kegiatan penanaman pohon bertajuk Merawat Pertiwi di Ville Park, Barombong, Kota Makassar, Kamis (23/1/2025) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan serta HUT ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri. Adapun tema yang diusung yakni “Teruslah Merawat Pertiwi untuk Anak Cucu Kita dan Keharmonisan Alam.”
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar Ir. Hj. Andi Suhada Sappaile, Sekretaris DPC William, serta jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan lainnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Ir. Hj. Andi Suhada Sappaile, mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan agenda rutin PDI Perjuangan yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Perayaan ulang tahun PDI Perjuangan ke-53 ini kita tahu bahwa Ibu Megawati sangat peduli dan sangat care terhadap lingkungan. Sehingga setiap tahun kegiatan ini memang menjadi rutinitas bagi PDI Perjuangan di seluruh Indonesia, ujarnya.
Ia menjelaskan, kecintaan Megawati Soekarnoputri terhadap tanah air menjadi dasar penamaan kegiatan tersebut sebagai Merawat Pertiwi. Menurutnya, menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Karena begitu cintanya Ibu Mega kepada tanah pertiwi ini, maka kegiatan ini dinamakan Merawat Pertiwi. Di mana kita akan menanam pohon, dan ini sudah beberapa tahun kita adakan, dirangkaikan dengan ulang tahun Ibu Mega dan ulang tahun PDI Perjuangan,” jelasnya.
Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga diisi dengan penebaran benih ikan di danau atau empang, serta ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur.

Pada kegiatan kali ini ada tiga agenda utama, yaitu penanaman pohon, penebaran benih seperti ikan hitam dan udang, serta pemotongan tumpeng,” tambahnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya bencana alam.
“Mari kita rawat dunia kita ini supaya jangan sampai kejadian seperti di Aceh dan Sumatera terulang kembali,” pungkasnya.(***)