MAKASSAR — Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya digelar warga RW 05 Kompleks BTN Makkio Baji, Antang, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, lewat kegiatan bertajuk “Ayo Bawa Sampah Organik ke Bank Sampah Makkio Baji”, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan mengajak warga lebih peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik yang selama ini masih sering terabaikan. Sampah jenis ini diketahui mendominasi limbah rumah tangga dan berpotensi menimbulkan pencemaran jika tidak dikelola dengan baik.
Ketua RW 05 Kompleks BTN Makkio Baji, Andi Gunaldi, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume sampah organik di lingkungan warga.
“Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, yang belum dikelola secara optimal. Banyak masyarakat masih membuang sampah organik begitu saja, sehingga menimbulkan bau, pencemaran, dan potensi penyakit,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah menjadi perhatian serius di wilayah Bangkala. Sampah organik yang tidak tertangani dengan baik dapat menumpuk di lingkungan, termasuk di saluran air dan tempat pembuangan sementara, sehingga berdampak pada kebersihan serta kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengedukasi warga bahwa sampah organik memiliki nilai guna jika dikelola dengan benar. Salah satunya dengan mengolahnya menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah, khususnya sampah organik. Selain itu, kami juga ingin mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan bank sampah sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menambahkan, fokus kegiatan diarahkan pada sampah organik karena jumlahnya paling dominan dihasilkan setiap hari oleh rumah tangga. Selain itu, sampah organik lebih cepat membusuk dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan jika tidak segera ditangani.
Dalam pelaksanaannya, warga diminta memilah sampah organik sejak dari rumah, seperti sisa makanan, sayuran, dan daun kering. Sampah tersebut kemudian dibawa ke Bank Sampah Makkio Baji pada waktu yang telah ditentukan.

Setelah dikumpulkan, sampah akan ditimbang dan dicatat oleh pengelola. Selanjutnya, sampah organik diolah melalui proses penguraian menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat atau bahkan memiliki nilai ekonomi jika dipasarkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif warga semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di wilayah Kelurahan Bangkala.(penulis yoel warga makkio baji)