SPEDISIA-MAKASSAR – Anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Sulawesi Selatan akan merumuskan sejumlah program kerja untuk periode kepengurusan 2026-2030.
Perumusan program kerja tersebut dilakukan melalui Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) INKINDO Sulsel yang digelar di Hotel MaxOne, Rabu (9/9/2026).
Rakerprov menjadi forum bagi anggota untuk menyusun arah organisasi selama satu periode kepengurusan.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Sinergitas INKINDO dalam Pembangunan Berkelanjutan.”
Ketua INKINDO Sulsel Sanusi Anwar mengatakan, rapat kerja merupakan agenda yang wajib dilaksanakan minimal satu kali dalam satu periode kepengurusan.
Menurutnya, raker memiliki peran penting dalam menata organisasi sekaligus menentukan arah kerja yang sesuai dengan kebutuhan anggota.
“Rapat kerja ini tentu bertujuan untuk menata dan mengarahkan suatu organisasi agar periode masa kerja itu dapat menghasilkan satu tatanan atau arah kerja yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan suatu organisasi,” kata Sanusi.
Ia menjelaskan, terdapat tiga tujuan utama yang akan menjadi perhatian dalam penyusunan program kerja INKINDO Sulsel.
Ketiganya yakni memberikan pelayanan kepada anggota, mengembangkan organisasi, serta memberikan perlindungan terhadap anggota.
Sanusi mengatakan, pelayanan kepada anggota menjadi salah satu prioritas karena seluruh anggota harus memperoleh akses pelayanan yang setara.
“Seluruh anggota INKINDO yang berada di wilayah DPP Sulawesi Selatan mendapat pelayanan yang sama, baik secara teknis maupun administrasi,” ujarnya.
Selain pelayanan, organisasi juga akan diarahkan untuk terus berkembang mengikuti kondisi dan kebutuhan dunia jasa konsultansi.
“INKINDO ini tidak stagnan dengan kondisi yang ada sekarang, tetapi kemudian tentu akan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi pada saat periode ini berjalan,” jelasnya.
Aspek perlindungan terhadap anggota juga menjadi bagian dari program yang akan dirumuskan dalam raker.
Ketiga hal tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengurus dalam menjalankan organisasi selama empat tahun ke depan.
“Jadi, itu tiga muatan paling penting yang akan dicapai dalam rumusan program kerja yang dilakukan pada periode tahun 2026-2030,” kata Sanusi.
Sanusi menilai, INKINDO memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, konsultan memiliki posisi penting dalam menerjemahkan berbagai standar dan kebijakan pembangunan ke dalam aspek teknis.
“Peran INKINDO sangat strategis. Kemitraan organisasi kami terhadap pembangunan, terkhusus di wilayah Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Kemitraan tersebut, kata dia, tidak hanya dibangun bersama pemerintah, tetapi juga dengan pihak swasta.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Rakerprov INKINDO Sulsel Muhammad Nasrun mengatakan, raker menjadi ruang untuk melakukan pembenahan organisasi, baik dari sisi internal maupun eksternal.
“Rakerprov ini nanti itu program-program kerja yang menjadi target, baik secara organisasi ke dalam maupun organisasi untuk keluar,” kata Nasrun.
Ia berharap program kerja yang lahir dari Rakerprov dapat memberikan manfaat bagi anggota INKINDO Sulsel.
“Semoga Rakerprov ini dapat melahirkan program kerja yang betul-betul bermanfaat untuk anggota INKINDO yang terbaik ke depan,” ujarnya.
Sekretaris INKINDO Sulsel Benny Malik menambahkan, peningkatan kapasitas anggota juga menjadi bagian penting dalam penyusunan program kerja.
Menurutnya, anggota perlu memiliki kemampuan yang semakin kuat untuk menghadapi persaingan dalam dunia jasa konsultansi.
“Rapat kerja itu adalah untuk menyusun program-program kegiatan yang bisa membuat anggota ini bisa bersaing dengan konsultan-konsultan yang lain, meningkatkan kapasitasnya supaya bisa bersaing nanti,” kata Benny.
Ia menyebut persaingan dalam mendapatkan pekerjaan konsultansi saat ini semakin terbuka.
Karena itu, anggota dituntut mampu menjaga kualitas sekaligus efisiensi dalam menjalankan pekerjaan.
“Siapa yang bisa efisien dan berkualitas baik, itu dia yang menang,” ujarnya.
Melalui Rakerprov tersebut, INKINDO Sulsel diharapkan memiliki arah program yang jelas selama periode 2026-2030.
Hasil rumusan raker selanjutnya menjadi pijakan organisasi dalam meningkatkan pelayanan, kapasitas, serta perlindungan bagi anggota sekaligus memperkuat kontribusi INKINDO dalam pembangunan Sulawesi Selatan.(***)
Inkindo Sulsel Siapkan Program Kerja 2026–2030, Dorong Konsultan Lebih Kompetitif
MAKASSAR — Pengurus Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Sulawesi Selatan menggelar jumpa pers di Kantor Inkindo Sulsel, Jalan Boulevard, Makassar, Senin (7/9/2026). Pertemuan tersebut membahas persiapan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Inkindo Sulsel 2026 yang akan berlangsung di Hotel MaxOne Makassar, Rabu (9/9/2026).
Rakerprov tahun ini mengusung tema “Sinergitas Inkindo dalam Pembangunan Berkelanjutan”. Forum tersebut menjadi momentum bagi organisasi untuk menyusun arah dan program kerja kepengurusan periode 2026–2030.
Ketua Inkindo Sulsel Ir. H. Sanusi Anwar, MT, IAI, AA mengatakan, rakerprov merupakan agenda organisasi yang wajib dilaksanakan minimal satu kali dalam satu periode kepengurusan.
“Rapat kerja ini bertujuan menata dan mengarahkan satu formulasi agar periode kepengurusan dapat menghasilkan tata laksana atau arah kerja yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan organisasi,” kata Sanusi.
Menurutnya, tema sinergitas dalam pembangunan berkelanjutan memiliki sedikitnya tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan pelayanan kepada seluruh anggota Inkindo Sulsel, baik dari sisi teknis maupun administrasi.
Kedua, mendorong pengembangan organisasi agar mampu menyesuaikan diri dengan dinamika dan kondisi yang berkembang. Ketiga, melakukan pembinaan terhadap anggota.
“Jadi itu tiga kekuatan yang paling penting yang akan dicapai dalam perumusan program kerja periode 2026 sampai 2030,” ujarnya.
Sanusi menegaskan, peran Inkindo dalam pembangunan sangat strategis. Organisasi konsultan tidak hanya menjadi mitra pemerintah, tetapi juga dapat berkolaborasi dengan pihak swasta dalam mendukung pembangunan.
Keterlibatan konsultan, kata dia, diperlukan untuk menerjemahkan standar dan kebijakan pembangunan pemerintah ke dalam aspek teknis melalui tenaga konsultan yang kompeten.
“Kalau keterlibatan Inkindo dengan pemerintah itu bisa berhasil dengan baik, tentu semua mengacu kepada standar-standar yang sudah diterapkan pemerintah dan penerjemahannya secara teknis melalui anggota kami sebagai konsultan teknis,” jelasnya.
Ruang Kerja Makin Ketat
Di sisi lain, Sanusi mengakui kondisi industri jasa konsultansi saat ini menghadapi tantangan cukup berat. Ketergantungan terhadap belanja pemerintah masih relatif tinggi, sementara kebijakan efisiensi anggaran dalam dua tahun terakhir turut berdampak terhadap peluang pekerjaan bagi perusahaan konsultan.
“Peluang kerja semakin kecil. Semakin kecil ruang untuk kompetisi, pasti kompetisinya juga sangat ketat,” katanya.
Dia berharap kondisi perekonomian dan fiskal nasional ke depan semakin membaik sehingga ruang pekerjaan bagi perusahaan konsultan kembali terbuka.
Meski demikian, Sanusi menekankan Inkindo tidak ingin anggotanya hanya bergantung pada kondisi pasar pekerjaan pemerintah. Peningkatan kapasitas dan pemberian kesempatan yang setara menjadi salah satu fokus organisasi.
“Kompetisi sekarang semua terbuka. Siapa saja yang punya kemampuan untuk ikut berkompetisi pasti punya peluang besar. Tetapi Inkindo terus berupaya supaya semua anggota mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Tingkatkan Daya Saing Anggota
Ketua Panitia Pelaksana Rakerprov Inkindo Sulsel 2026, Muhammad Nasrun, S.T., M.Tr.T, mengatakan forum tersebut akan menjadi arena untuk membahas target dan program organisasi, baik secara internal maupun eksternal.
“Rakerprov ini merupakan pembenahan, baik secara internal maupun eksternal. Program-program kerja yang dihasilkan nantinya menjadi target organisasi, baik ke dalam maupun ke luar,” kata Nasrun.
Dia berharap rakerprov dapat melahirkan program kerja yang benar-benar memberikan manfaat bagi anggota, khususnya dalam menghadapi tantangan industri jasa konsultansi.
Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak langsung terhadap penyedia jasa konsultansi.
“Dengan efisiensi anggaran, tantangan buat kita sebagai penyedia jasa konsultan luar biasa,” ujarnya.
Nasrun menambahkan, Inkindo sebagai salah satu organisasi profesi dan asosiasi perusahaan konsultan yang telah lama berdiri di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional.
Menurutnya, hampir seluruh tahapan pembangunan membutuhkan jasa konsultan yang berkualitas, mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan.
“Kalau bicara pembangunan, awalnya dan ujungnya adalah area konsultan. Dimulai oleh konsultan yang betul-betul qualified dan diakhiri oleh pengawasan yang baik,” jelasnya.
Karena itu, Rakerprov tidak hanya akan membahas program internal organisasi. Inkindo Sulsel juga akan melibatkan sejumlah mitra asosiasi untuk memperoleh masukan mengenai arah pengembangan industri jasa konsultansi ke depan.
Perkuat Kapasitas Menghadapi Kompetisi
Nasrun menegaskan, peningkatan kapasitas anggota menjadi salah satu fokus utama yang akan dibahas dalam rakerprov.
Pasalnya, perusahaan konsultan di Sulsel tidak hanya bersaing dengan sesama anggota asosiasi di daerah, tetapi juga dengan perusahaan konsultan dari luar Sulawesi Selatan.
“Rapat kerja ini untuk menyusun program-program kegiatan yang bisa membuat anggota bersaing dengan konsultan-konsultan lain. Meningkatkan kapasitasnya supaya bisa bersaing,” katanya.
Dia menilai persaingan dalam mendapatkan pekerjaan jasa konsultansi merupakan konsekuensi dari sistem kompetisi. Karena itu, kualitas dan efisiensi menjadi faktor penting bagi perusahaan untuk dapat memenangkan pekerjaan.
“Siapa yang bisa efisien dan berkualitas baik, itu yang menang,” tegasnya.
Melalui Rakerprov Inkindo Sulsel 2026, pengurus berharap lahir strategi organisasi yang mampu menjawab tantangan industri sekaligus memperkuat posisi perusahaan konsultan lokal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.(***)





