SPEDISIA.com | Palu, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman S Thahir, M.Ag, mengambil sikap tegas untuk membentengi masyarakat dari paparan informasi hoaks, seiring derasnya arus informasi digital yang kian tak terbendung.
Profesor Lukman secara khusus menyoroti serangkaian fitnah (informasi hoaks) yang diarahkan kepada Menteri Agama Republik Indonesia di antaranya mengenai : isu Menteri Agama kecewa karena warga tidak mendukung pengumpulan dana 1.000 triliun, isu melarang penyembelihan hewan kurban, isu pengelolaan kas masjid oleh pemerintah, hingga narasi terkait dengan kekerasan seksual.
“Saya dengan tegas menyatakan bahwa bapak Menteri Agama tidak pernah mengeluarkan kebijakan terkait isu – isu. Isu yang beredar di media sosial tersebut adalah hoaks dan fitnah yang sangat kejam,” tegas Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman Thahir di Palu, 7/5/2026.
Profesor Lukman menegaskan bahwa narasi-narasi negatif yang sengaja dipublikasikan di media sosial oleh piahk – pihak yang tidak bertanggung jawab, adalah bentuk disinformasi yang sangat membahayakan.
Rektor Profesor Lukman mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar tidak menjadi “korban” dari algoritma media sosial yang sering kali memicu emosi tanpa dasar fakta.
“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital.
Kepada seluruh masyarakat agar senantiasa mengedepankan budaya tabayyun, cek fakta, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya,” imbuhnya.
Media sosial, kata Rektor, harus dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, memperkuat persaudaraan, serta menyebarkan informasi yang menyejukkan, mencerdaskan, dan menjaga persatuan di tengah masyarakat.
“Mari bersama-sama menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan menciptakan ruang digital yang sehat, damai, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat indonesia,” demikian Profesor Lukman Thahir.
*Sumber: Humas UIN Datokarama*





