SPEDISIA-MAKASSAR – Kebiasaan menabung sejak bangku sekolah didorong menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar di Sulawesi Selatan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua meluncurkan program Pelajar Sulsel Menabung yang menyasar 1.000 pelajar SMA di Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.
Program tersebut resmi diluncurkan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman dalam kegiatan Kick Off dan Training of Trainers (ToT) Program Pelajar Sulsel Menabung di Hotel Claro Makassar, Kamis (24/9).
Jufri mengatakan, Pemprov Sulsel mengapresiasi program yang mendorong pelajar mengenal pengelolaan keuangan sejak dini. Menurut dia, kebiasaan menabung bukan hanya berkaitan dengan menyisihkan uang, tetapi juga membangun kedisiplinan dalam mengelola keuangan.
Pemprov Sulsel, lanjut Jufri, berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Program diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi generasi muda di Sulsel.
Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Fuad Zaen mengatakan, Pelajar Sulsel Menabung merupakan program yang pertama kali diselenggarakan LPS di Indonesia. Pelaksanaan perdana dilakukan di tiga wilayah di Sulsel.
“Program ini yang pertama di Indonesia dan dimulai di tiga kota/kabupaten di Sulawesi Selatan,” kata Fuad di hadapan 100 guru pembina.
Dia berharap edukasi keuangan yang diberikan kepada pelajar dapat diteruskan secara konsisten melalui pembina dan satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, program tersebut tidak berhenti setelah kegiatan peluncuran.
“Edukasi keuangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan secara konsisten melalui peran pembina dan satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulselbar Arif Machfoed menyebut program tersebut sejalan dengan upaya memperkuat literasi keuangan generasi muda.
Program Pelajar Sulsel Menabung dirancang selama delapan pekan. Selama pelaksanaan, partisipasi, konsistensi, dan kualitas keterlibatan pelajar akan dipantau secara berkala.
Rangkaian kegiatan juga mencakup monitoring dan evaluasi serta sosialisasi di tengah periode pelaksanaan. Program kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada peserta, pembina, dan sekolah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Selain mendorong kebiasaan menabung, program tersebut juga diintegrasikan dengan program resirkulasi logam. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Bayu Martanto mengatakan Integrasi tersebut diharapkan mendorong kembalinya uang logam ke dalam peredaran sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai penggunaan dan perawatan Rupiah.(***)





