SEDISIA-MAKASSAR,-Senja perlahan turun di Kota Makassar. Di lantai 17 Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, suasana hangat mulai terasa. Bukan hanya karena waktu berbuka puasa yang semakin dekat, tetapi juga karena kebersamaan yang terbangun di antara para jurnalis dan perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang berkumpul dalam sebuah kegiatan bertajuk Media Workshop & Iftar.
Mengusung tema Warna-Warni Silaturahmi: Melukis Karya di Bulan Mulia,di mulai pada pukul 16.00 Wita, kegiatan yang digelar di Kantor Perwakilan LPS III Makassar ini menjadi ruang pertemuan yang berbeda dari biasanya. Tidak sekadar agenda formal, tetapi sebuah momen yang dirancang untuk mempererat hubungan antara LPS dan rekan-rekan media di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).
Di ruangan itu, percakapan ringan, tawa, dan aktivitas kreatif berpadu dalam satu suasana yang hangat. Para jurnalis yang biasanya bergelut dengan berita dan tenggat waktu, kali ini memegang kuas dan cat warna, melukis di atas tote bag yang disediakan panitia.
Workshop melukis tersebut menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian. Dengan kanvas sederhana berupa tas kain, para peserta bebas mengekspresikan ide dan kreativitas mereka. Ada yang menggambar motif abstrak, ada pula yang menuliskan pesan-pesan Ramadan. Aktivitas sederhana ini justru menciptakan suasana akrab yang membuat sekat formal antara institusi dan media perlahan mencair.
Kegiatan ini memang dirancang untuk menghadirkan ruang interaksi yang lebih santai. LPS ingin membangun hubungan yang tidak hanya bersifat profesional, tetapi juga lebih personal dan hangat dengan para jurnalis yang selama ini menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam mendukung upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat, terutama di wilayah Sulampua yang memiliki wilayah geografis luas.
Menurutnya, daya jangkau media mampu menjangkau masyarakat lebih luas dibandingkan pendekatan komunikasi secara langsung.
Media melalui cakupan, jangkauan, dan penyebarannya dapat menjangkau jauh lebih banyak masyarakat daripada yang dapat kami jangkau secara fisik. Oleh karena itu, kolaborasi antara LPS dan rekan-rekan media menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah Sulampua,” ujar Fuad dalam sambutannya.
Pemilihan momentum bulan suci Ramadan juga bukan tanpa alasan. Bulan yang identik dengan nilai kebersamaan, kepedulian, dan silaturahmi ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mempererat hubungan kerja yang selama ini terjalin.
Melalui kegiatan tersebut, LPS berharap komunikasi yang terbangun dengan media dapat semakin terbuka dan konstruktif. Tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dalam membangun kepercayaan publik terhadap sistem perbankan nasional.
Fuad menambahkan bahwa Ramadan selalu menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat relasi antarmanusia, termasuk dalam lingkup profesional.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menciptakan ruang interaksi yang lebih santai dan hangat antara LPS dan rekan-rekan media, di luar kegiatan formal yang selama ini sering kita jalani, tuturnya.
Seiring azan Magrib berkumandang, kegiatan pun berlanjut dengan buka puasa bersama. Di meja-meja yang telah tersaji hidangan berbuka, percakapan kembali mengalir—mulai dari isu ekonomi, perkembangan daerah, hingga cerita ringan keseharian para jurnalis.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Ramadan, tetapi juga membuka ruang diskusi yang produktif antara LPS dan media. Melalui hubungan yang semakin erat, diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan membangun kepada masyarakat.
Sebagai lembaga independen, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memiliki peran penting dalam menjamin simpanan nasabah perbankan serta turut menjaga stabilitas sistem perbankan di Indonesia. Dalam menjalankan tugas tersebut, LPS terus mendorong peningkatan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan—termasuk media.
Dan pada malam Ramadan itu, di tengah warna-warna cat yang menghiasi tote bag para jurnalis, kolaborasi itu kembali dilukis—bukan hanya di atas kain, tetapi juga dalam hubungan yang semakin erat antara LPS dan media di kawasan Sulampua.(***)





