SPEDISIA–MAKASSAR,- Musyawarah Nasional (Munas) VI Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP KKT) Jeneponto mengusung motto “Dari Turatea untuk Indonesia, Merawat Budaya Menguatkan Jati Diri”, yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Phinisi Ballroom Lantai 2, menjadi momentum memperkuat soliditas warga Turatea sekaligus mendorong kontribusi nyata organisasi terhadap pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan dan pelestarian budaya.

Kegiatan yang dihadiri pengurus pusat, pengurus daerah, tokoh masyarakat, serta warga Turatea dari berbagai daerah itu diwarnai ajakan memperkuat persatuan pasca kontestasi politik dan meningkatkan peran organisasi dalam pembangunan Kabupaten Jeneponto.

Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dalam sambutannya mengajak seluruh keluarga besar KKT menjadikan organisasi sebagai rumah besar yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Jeneponto membuka ruang kolaborasi dengan PP KKT dan seluruh pengurus daerah.
“Kami bersama Bapak Bupati mengajak seluruh pengurus pusat dan pengurus daerah KKT di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjadikan rumah besar ini sebagai wadah yang memberi manfaat bagi masyarakat Jeneponto,” ujarnya.
Menurut Islam Iskandar, salah satu sektor yang membutuhkan perhatian serius adalah pendidikan. Ia mengungkapkan masih banyak putra-putri Jeneponto yang memiliki prestasi akademik, namun terkendala kondisi ekonomi sehingga terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia mencontohkan seorang siswa berprestasi yang diterima di Universitas Indonesia (UI), tetapi mengalami kesulitan biaya untuk melanjutkan studi. Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga besar KKT ikut mengambil bagian melalui program beasiswa, pelatihan, pembentukan yayasan pendidikan maupun bentuk dukungan lainnya.
“Kami berharap KKT dapat berkontribusi nyata agar anak-anak Jeneponto yang berprestasi tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi,” katanya.
Selain itu, Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat mengakhiri perbedaan politik yang muncul pada Pilkada lalu dan kembali bersatu membangun Jeneponto.
“Kami mengajak seluruh masyarakat bersatu. Masih ada waktu kurang lebih tiga tahun untuk bersama-sama membawa Jeneponto menjadi lebih baik. Dengan dukungan seluruh masyarakat, kami optimistis pembangunan daerah dapat berjalan lebih maksimal,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP KKT Jeneponto, Dr. H. Alimuddin, menegaskan organisasi harus terus berkembang menjadi lebih baik dari waktu ke waktu dengan mengedepankan semangat pengabdian.Menurutnya, KKT dibangun di atas nilai keikhlasan, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Organisasi ini bertumpu pada kerja ikhlas, bekerja tanpa kepentingan apa pun. Dengan cara itulah organisasi akan tetap kuat dan mampu memberikan manfaat yang luas,” ujar Alimuddin.
Ia menambahkan, organisasi yang dibangun atas dasar kepentingan sesaat akan mudah kehilangan arah ketika kepentingan tersebut telah tercapai. Karena itu, seluruh pengurus diharapkan menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian demi kemajuan organisasi.
Melalui Munas VI ini, PP KKT Jeneponto diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang tidak hanya memperkuat persaudaraan warga Turatea di seluruh Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian budaya, serta penguatan identitas Turatea sebagaimana semangat yang diusung dalam motto “Dari Turatea untuk Indonesia, Merawat Budaya Menguatkan Jati Diri.(***)





