SPEDISIA.com | Makassar, Sebagai upaya membawa UIN Alauddin Makassar naik level ke dunia internasional, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis menggagas 4 program prioritas di tahun 2025.
Untuk mencapai hal tersebut, Prof Hamdan Juhannis memberikan penekanan pada aspek akademik UIN Alauddin Makassardari lokal ke internasional.
Adapun program pertama yang dimaksud, yaitu from local to global recognition.
“Tantangan kita adalah bagaimana menuju rekognisi internasional, minimal di level Asia,” jelas Prof Hamdan Juhannis dalam siaran persnya.
Prof Hamdan Juhannis juga menggarisbawahi bidang Administrasi Umum Perencenaan dan Keuangan dalam program prioritas.
Kemudian Program prioritas yang kedua, yakni From Academic Income to Non-Academic Income.
Pada program prioritas kedua itu, Prof Hamdan Juhannis potensi kontribusi alumni, salam mendukung keberlanjutan institusi.
Menurutnya, UIN Alauddin Makassar tidak boleh hanya bergantung pada UKT sebagai sumber pendapatan.
“Kita harus mencari cara untuk mengkapitalisasi berbagai peluang yang ada untuk mendukung keberlanjutan institusi,” katanya.
Sementara untuk Program prioritas ketiga berkaitan dengan bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Prof Hamdan Juhannis mengatakan from quantitave (unskilled but big in numbers) students to qualitative (skilled and enlighted) students. Dirinya mengakui masih kurangnya keterampilan (soft skill) mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
“Dari 30.000 mahasiswa yang kita miliki, persentase yang memiliki keterampilan kompetitif masih rendah,” tutunya.
Karena itu, ia ingin supaya penerimaan mahasiswa baru harus dengan pertimbangan keahlian. Baik bidang akademik maupun non-akademik, seperti olahraga dan kompetisi sains.
‘Mahasiswa dengan sertifikat hafalan 30 juz, misalnya, perlu diuji agar kualitasnya terjamin,” katanya.
Bahkan, ia bertekad melakukan survei random untuk sebagai tolak ukur memetakan dan mengembangkan potensi mahasiswa dengan lebih baik.
Pilar keempat, kata Mantan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga ini adalah From Collaboration to Institutional Development.
Ia mengatakan, kerja sama dengan instansi harus dipastikan bukan hanya sekade formalitas. Melainkan benar-benar berdampak pada pengembangan lembaga.
“Oleh karena itu, tahun ini, dengan masuknya Prof Amri dalam jajaran pimpinan, kita ingin memperkuat bidang ini agar lebih strategis,” pungkasnya.(*)