SPEDISIA-JAKARTA – Sebanyak 20 jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia terpilih mengikuti program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026. Mereka akan mengikuti pelatihan dan pendampingan intensif terkait isu keberlanjutan yang diselenggarakan Indonesian Institute of Journalism (IIJ) bersama PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Para peserta terpilih akan mengikuti sustainability masterclass dan mentoring pengembangan ide liputan di Bogor, Jawa Barat. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam mengangkat isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) secara lebih mendalam.
Direktur Eksekutif IIJ Umar Idris mengatakan minat jurnalis terhadap isu keberlanjutan cukup tinggi. Selama masa pendaftaran yang berlangsung lebih dari dua bulan, panitia menerima 233 proposal dari jurnalis berbagai media di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, dewan juri yang terdiri atas perwakilan CIMB Niaga, IIJ, dan Global Reporting Initiative (GRI) memilih 13 proposal terbaik yang terdiri atas sembilan proposal individu dan empat proposal kelompok. Para peserta terpilih berasal dari berbagai wilayah, mulai Aceh hingga Indonesia timur.
Menurut Umar, proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan kualitas proposal, tetapi juga keterlibatan peserta dalam aktivitas keberlanjutan di masyarakat.
“Tantangan keberlanjutan membutuhkan jurnalis yang tidak hanya mampu melaporkan persoalan, tetapi juga memahami kondisi lapangan dan berinteraksi langsung dengan para pemangku kepentingan,” ujarnya, Jumat (5/6).
Ia menambahkan, para peserta terpilih menunjukkan kombinasi kompetensi jurnalistik, komitmen, dan potensi dampak dari proyek liputan yang diajukan.
Pengumuman peserta dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Momentum tersebut, menurut Umar, menjadi pengingat pentingnya peran media dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
“Jurnalisme membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menulis berita. Para peserta yang terpilih memiliki rasa ingin tahu yang kuat, pemahaman terhadap isu keberlanjutan, dan dalam banyak kasus juga terlibat langsung dalam aktivitas pelestarian lingkungan,” katanya.
Regional Program Manager ASEAN GRI, Lany Harijanti, menilai kebutuhan terhadap jurnalisme keberlanjutan semakin besar seiring meningkatnya perhatian publik terhadap isu perubahan iklim, transisi energi, dan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Publik membutuhkan informasi yang membantu mereka memahami dampak dan implikasi berbagai isu keberlanjutan. Jurnalis memiliki peran penting dalam menerjemahkan data, kebijakan, maupun laporan keberlanjutan menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Melalui program ini, peserta akan mengikuti pelatihan dan pendampingan selama tiga hari bersama para ahli di Jakarta. Selain itu, mereka memperoleh dukungan pendanaan untuk merealisasikan proyek jurnalistik yang diusulkan. Total dana fellowship yang disiapkan mencapai Rp 200 juta.
Berikut peserta terpilih kategori individu, yakni Cut Nauval Dafistri (Waspadaaceh.com), Muhammad Afnani Alifian (Beritajatim.com), Ahmad Hadi Ramdhani (Mongabay Indonesia), Januardi Husin S. (JPNN.com), Muhammad Ishlahuddin (Batam Bergerak), Rahmat Utomo (Kompas.com), Lilik Darmawan (Media Indonesia), Facundo Chrysnha Pradipha (Tribunnews), dan Oscar Liu (Korantimor.com).
Sementara kategori kelompok diwakili tim Zonautara.com, Harian Kompas-LKBN Antara, National Geographic Indonesia, serta Balebengong.id.







