CERITA I MADE DARI BALI
(Belajar Makna Kehidupan dari Pulau Dewata)
oleh: Attock Suharto

Di penghujung 2025, menjadi momentum spesial bagi penulis dan keluarga karena memilih tempat baru untuk mengakhiri episode 365 tahun ini. Tidak seperti biasanya, setiap jelang pergantian tahun, pilihannya hanya di Makassar dan sekitarnya saja, tetapi kali ini drama pergantian tahun ini kami memilih Bali sebagai destinasi wisata sekaligus menyambut tahun baru 2026.

Memilih Bali, bukanlah tanpa alasan karena di kampung “Dewata” ini adalah selain daerah tujuan wisata, juga menjadi perpustakaan terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar tentang hidup dan kehidupan. Di dalamnya, kita bisa membaca banyak hal, mulai dari adat istiadat, karakter masyarakatnya hingga pada pemaknaan hidup dan kehidupan yang seimbang dengan alam. Di Bali, tentunya kita belajar tentang bagaimana masyarakatnya menghargai dan menghormati lingkungannya, menghormati sesama dan mengimani Tuhan-Nya.

Untuk itulah, pada sesi pergantian episode 365 ini kami menjadikan negeri Sisingamangaraja ini sebagai tempat untuk melakukan “evaluasi diri” terhadap setahun perjalanan mengarungi berbagai macam dinamika hidup. Dinamika, baik yang terbentuk dari lingkaran pergaulan sosial kemasyarakatan maupun dalam lingkaran pekerjaan.

Selama di Bali, kami banyak berinteraksi dengan salah satu masyarakat Bali yang bernama I Made Sumanasa. Di awal tulisan ini kami harus berterima kasih pada pria paruh baya yang berprofesi sebagai tour guide itu. Dari Pak Made kami banyak menimba pengalaman selama menjelajahi pulau dewata, mulai dari informasi wisata dan sekitarnya hingga membincang sosial hidup dan kehidupan pada masyarakat Bali. Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi catatan ringan kami sepulang dari Bali sekaligus sebagai peta jalan baru bagi kerangka proyeksi di tahun berikutnya.

Belajar Hidup dari Banjar
Banjar adalah istilah yang merujuk pada unit komunitas atau kelompok sosial terkecil dalam struktur masyarakat Bali. Banjar memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bali, termasuk: Banjar berfungsi untuk mengatur pelaksanaan upacara adat dan keagamaan; juga berfungsi menjadi wadah untuk interaksi sosial dan gotong royong, di mana anggota Banjar saling membantu satu sama lain, setiap Banjar memiliki struktur kepengurusan yang dipimpin oleh seorang Kelian Banjar yang bertanggung jawab untuk memimpin dan mewakili kepentingan anggota, Banjar juga berperan dalam urusan administratif seperti pembuatan KTP dan kegiatan pemerintahan laiinnya,. Banjar bukan sekedar pembagian wilayah tetapi juga merupakan wadah organisasi sosial yang sangat penting bagi masyarakat Bali.

_cuva

Belajar darin Banjar ini, Pak Made menceritakan bagaimana masyarakat Bali menjaga tradisi dan adat istiadat mereka, karena Banjar ini berdiri atas “restu Adat”. Bagi Made, Banjar ini menjadi bagian penting dalam masyarakat karena sejak dahulu kala, di Banjar ini akan menentukan bagi anggota masyarakat diperlakukan saat ada yang meninggal dunia. Made kemudian bercerita tidak ada gunanya anggota Banjar itu kaya raya jika tidak aktifdi Banjar karena di ujungnya nanti ketika ia berpulang tidak akan ada yang urus jenazahnya, sehingga pada akhirnya akan menyewa orang untuk mengurusnya. Sebaliknya, jika anggota Banjar itu aktif, maka akan berbondong-bondong warga lainnya datang dan membantu dalam segala proses kematiannya.

Banjar yang merupakan episentrum aktivitas para anggotanya untuk pertunjukan seni, upacara adat, hingga sekedar berdiskusi dan bermusyawarah. Di Banjar ini adalah tempat untuk merawat solidaritas dan menjunjung tinggi adat istiadatnya.

Karakter Pandawa dan Kurawa
Yang menarik dari karakter masyarakat Bali adalah karakter Pandawa dan Kurawa, karakter ini sering menjadi cerita wayang. Pandawa yang terdiri dari Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa dikenal dengan sifat-sifat yang bijaksana, berjiwa ksatria dan memiliki kecerdasan tinggi.
Kurawa yang terdiri dari Duryudana, Dursasana dan lainnya dikenal dengan sifat yang iri, bengis dan suka menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan Pandawa. Mereka juka memiliki karakter yang berbeda-beda, seperti Duryudana yang berwatak bengis dan suka menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan Pandawa.

Karakter-karakter ini tidak hanya menjadi bagian dari cerita wayang, tetapi juga mengandung sifat-sifat filosofis dan ajaran moral yang mendalam. Mereka menjadi smbol dari kebaikan dan kejahatan, serta menunjukkan bagaimana konflik antara kebaikan dan kejahatan dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Pak Made dengan antusias bercerita bagaimana kedua karakter ini menjadi cerminan dari masyarakat Bali. Dimana karakter bersaudara “Pandawa dan Kurawa” ini kerap kali terjadi dalam setiap rumah tangga bagi masyarakat Bali. Ia mencerminkan bagaimana kakak-adik dapat bersifat Pandawa dan Kurawa karena banyak hal, termasuk soal warisan dan semacamnya.

Nasib Nyoman, Komang dan Ketut
Yang membedakan adat dan istiadat atau budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke adalah perbedaan dari pemberian nama seseorang sejak lahir. Seperti penamaan anak di Batak dengan menempelkan marga seperti Panjaitan, Tanjung, Pasaribu, Nasution dan seterusnya, di Makassar dan Bugis adalah Daeng, Karaeng dan Andi, di Jawa dengan nama-nama khasnya. Di Bali pun juga nama menjadi penanda bagi anak yang baru lahir. Misalnya penamaan Gede, Wayan, Putu bagi anak pertama. Sementara, Made, Kadek dan Nengah diperuntukkan bagi anak kedua, Komang, Nyoman bagi anak ketiga dan Ketut bagi anak keempat. Jika anak kelima dan seterusnya ada, maka akan kembali ke penamaan anak pertama dan seterusnya, intinya kelipatan empat.

Hanya saja, semakin kesini kata Pak Made Dharmawan di Bali banyak yang tidak mau lagi punya anak banyak, karena selain mahal biaya hidup, juga mahal merawat anak. Jadi, kebanyakan punya anak 2 atau 3, sehingga nasib Nyoman, Komang dan Ketut terancam punah, katanya dengan nada bercanda.

Keliling Destinasi Wisata
Bali, memang dikenal karena obyek wisatanya yang sangat meyenangkan, bukan hanya dikenal dalam negeri, tetapi juga dunia pun telah menempatkan Bali sebagai destinasi wisata yang menyenangkan dan tujuan berlibur bagi para pelancong dari berbagai negara di belahan dunia.

Berbagai tawaran paket wisata tersaji di mana-mana, tetapi Pak Made cukup menjadi tour guide yang bebas, kami diantar berdasarkan selera kemana kita ingin mengunjungi objek wisata. Sebut misalnya di hari pertama di antar ke wilayah Gianyar untuk menikmati ATV di Kuber Bali Adventure kemudian langsung meluncur ke Tanjung Benoa main flyboard, mampir makan di ayam betutu kemudian shoping ringan di Joger “Jelek”.

_cuva

Begitu pun dengan hari-hari berikutnya, berbagai macam tempat wisata yang dikunjungi merupakan pilihan yang disesuaikan dengan selera kami. Termasuk ke wilayah Nusa Dua, Jimbaran dan Uluwatu untuk mengunjungi Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang merupakan patung tertinggi di Asia, Pantai Pandawa, Pantai Melasti dan Pantai Uluwatu.

Seterusnya, keliling wilayah Klungkung, Bangli, Gianyar dan Kuta hanya untuk mengunjungi kampung terbersih versi WHO di Desa Adat Penglipuran, menikmati panorana gunung dan danau Kintamani serta sekedar bermain wahana di glass bridge Tampak Siring sekaligus menyeberangi jembatan kaca, dari sana langsung ke Agung Bali membeli cemilan dan belanja ringan untuk melengkapi perjalanan harian kami.

Icon Mall Bali
Bali juga bukan sekedar menghadirkan objek wisata alam dan pantai, tetapi juga bertransformasi sebagai kota metropolitan, yang ditandai bukan sekedar maraknya berbagai villa dan perumahan modern, tetapi juga menjadi surga bagi pebisnis kelas tinggi, termasuk Mal. Di Kota Dewa Wisnu ini Mal sudah sangat menjamur, sedikitnya ada Mall Bali Galeri, Kuta Beach Walk, Mal Living Wolrd Denpasar, Bali Collection Nusa Dua, Park 23 Mall, Lippo Mall Kuta, Trans Studio Mall Bali, Level 21 Mall, Plaza Renon, Samasta Lifestyle Village, Discovery Shoping Mall, Seminya Village, Lippo Plaza Sunset, Seminyak Square dan yang terbaru, besar dan lengkap adalah Icon Mall Bali. Di Mal terbru ini merupakan tempat berjejernya grand outlet branded atau premium yang menawarkan berbagai pilihan dan tempat makan. Icon Bali terletak di pinggir Pantai Sanur yang jauh dari keramaian Pantai Kuta.

Serba-serbi Ole-ole
Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bali kemudian tidak menjajakan ole-ole khasnya, varian ole-ole telah sejak lama menjadi pesona wisata di pulau wisata ini. Sebut misalnya Baju Joger, Sarung Bali, Baju Bali hingga gantungan kunci dan segala macam pernak-perniknya yang tersedia di berbagai macam tempat di seluruh penjuru kota Denpasar, Gianyar, Badung dan sekitarnya seperti Joger Bali, Krisna, Pasar Seni Sukawati, Pasar Seni Ubud, The Keranjang Bali, Agung Bali, Discovery Shopping Bali, Toko Erlangga, Jalan Legian Bali, Beachwalk Shopping Mall, Kacang Rahayu, Pasar Guwang Bali, Pie Susu Asli dan lainnya.

Menanti 2026 di Canggu
Dari berbagai tawaran tempat yang menggiurkan untuk lepas sambut 2025 ke 2026, apakah ke Kuta, Nusa Dua, Benoa atau Canggu? Kebanyakan merekomendasikan tempat favorit pergantian tahun kali ini adalah di daerah Canggu. Maka, seiring senja mulai memerah, langkah kami pun mulai bergerak ke arah Canggu dan memilih Pantai Batu Bolong sebagai tempat terbaik. Sekilas tentang Canggu, daerah ini merupakan desa pesisir di Bali bagian selatan, atau di berada di utara Kuta yang terkenal sebagai distenasi wisata populer dengan suasana hipster, kafe-kafe trendi, beach club dan ombak selancar yang cocok untuk pemula dan profesional. Di Canggu memang terdapat beberapa pantai terkenal seperti Batu Bolong, Echo beach, dan Pererenan serta pemandangan sunset yang memukau.

Di Batu bolong yang menjadi salah satu episentrum perayaan tahun baru kali ini disesaki oleh para touris domestik dan mancanegara. Di pantai ini pemandangan ala eropa sangat tampak, bule-bule dengan pakaian seadanya serta berbagai style memenuhi bibir pantai dan juga kafe-kafe di sekitar pantai.

Baik pelancong lokal maupun turis asing bersatu padu, kompak merayakan pesta tahun baru dengan berbagai aktivitas seperti pesta kembang api hingga ngerumpi di bar dan resto, semuanya riang gembira, larut dalam suka, berpesta pora mengiringi kepergian 2025 tahun penuh ksah sembari menyambut kedatangan 2026 tahun penuh harapan.

Dari Batu Bolong, ribuan asa dan doa terlangitkan, berharap tahun keberuntungan tetap menyertai pada perjalanan hidup berikutnya. Tampak jelas di wajah para tamu-tamu wsata dari berbagai penjuru itu, wajah-wajah gembira dan penuh pengharapan agar 2026 yang sedang dinantikan itu menjadikan hidupnya jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Resolusi 2026: Melompat Lebih Tinggi
Lembaran demi lembaran di hamparan 2025 telah berlalu, kisah demi kisah pun telah terlukis, pasang surut ombak kehidupan pun membawa suka maupun duka, ada banyak cerita yang tertulis indah di setiap lembarannya. Kini, 365 episode itu telah ditutup, cerita dan kisahnya sudah berakhir dan berganti menjadi tahun kenangan dan telah berganti menjadi tahun penuh harapan, 2026

Tahun ini banyak harapan yang terlukis dalam imaji hidup ke depan, ada karier yang perlu ditata ulang, ada kekuarga yang harus dibahagiakan dan ada ranah pengabdian yang perlu diperluas. 2026, melompat lebih tinggi adalah sebuah visi besar yang harus terwujud. Di dalamnya memikul banyak beban, memanfaatkan ruang demi ruang dalam laman tahun ini adalah sebuah keharusan. Menata karier adalah satu skala prioritas tahun ini, menyiapkan ekosistem yang berhubungan dengannya seperti pemenuhan syarat khusus sehingga dapat memacu loncatan setingkat lebuh tinggi.

Melompat lebih tinggi adalah peta jalan (road map) baru untuk memperlebar ruang pengabdian, memperluas circle pergaulan dan meningkatkan kualitas sumber daya personal.

Belajar dari Bali
Eksistensi Bali bukan sekedar tempat wisata yang tersuguhkan, tetapi lebih dari itu banyak pelajaran yang dapat dipetik tatkala kita mengunjunginya, ia memang sangat unik dalam segala hal, bahkan adat istiadatnya pun sangat menjadi pembeda dari lainnya. Setidaknya ada beberapa hal yang dapat dipetik dari kampung I Gusti Ngurah Rai ini seperti Budayanya yang kaya, spritualitas, kesadaran lingkungan, keramahtamahan, keseimbangan hidup dan keterhubungan manusia.

Secara gamblang, Bali memang terkenal dengan adat istiadatnya yang unik seperti upacara keagamaan, tarian dan seni. Dari sini kita belajar tentang bagaimana pentingnya menghormati warisan budaya dan tradisi. Begitupun dari sisi spritualitas, dengan banyaknya pura dan tempat sucimengajarkan nikai-nikai kuhur spritualitas dan ketenangan. Masyarakat Bali juga sangat sadar lingkungan, dari pantai hingga pegunungan mendorong kita untuk menghargai dan menjaga lingkungan. Bali juga memberikan catatan penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi, juga nilai keramahan dan hubungan baik antar sesama serta belajar tentabg bagainana masyarakat Bali dapat memberikan wawasan tentang pentingnya kolaborasi dan saling mendukung dalam komunitas. Intinya, Bali tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga tentang hidup yang lebih seimbang dan harmonis.

*****
Akhirnya, masa lalu adalah sandaran, masa kini adalah kesempatan dan masa depan adalah harapan. Selamat jalan 2025 dan selamat datang Tahun Baru 2026. []wallahua’lambissawwab

Happy New Year 2026
BERFIKIR, BERKARYA, MELOMPAT LEBIH TINGGI

Bali, 1 Januari 2026.
Penulis
Akademisi UIN Datokarama Palu