SPEDISIA—MAKASSAR,- Buku Warung mulai mengangkat kisah para agennya di Sulawesi Selatan sebagai inspirasi bagi jaringan yang lebih luas, khususnya di Indonesia Timur. Upaya ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekosistem agen sekaligus memperkuat dampak ekonomi di daerah.
Riyan Prayubo menyampaikan, masih banyak cerita sukses agen yang belum terekspos secara maksimal. Karena itu, pihaknya mulai menampilkan profil agen yang dinilai berhasil mengembangkan usaha melalui layanan Buku Agen.
“Hari ini kami ingin memperlihatkan kisah agen yang sudah berkembang di berbagai daerah. Harapannya bisa menjadi inspirasi bagi agen lain,” ujarnya saat berkunjung ke salah satu mitra di Sulsel.
Salah satu yang disorot adalah Rahmat, agen dengan transaksi tertinggi di provinsi tersebut. Ia masuk dalam jajaran 10 besar dan dinilai representatif untuk menjadi contoh, terutama bagi pelaku usaha di kawasan timur Indonesia.
Riyan menegaskan, program Buku Agen dirancang tanpa persyaratan rumit. Pendaftaran bisa dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari aplikasi hingga marketplace. Tidak ada target transaksi maupun ketentuan modal awal.Semua disesuaikan dengan kemampuan masing-masing agen,” jelasnya.
Awalnya dikenal sebagai aplikasi pembukuan, Buku Warung kini berkembang menjadi platform layanan keuangan terintegrasi. Di Makassar, layanan ini hadir sejak 2022 dan telah menjangkau sekitar 2.000 agen. Secara nasional, jumlahnya menembus 250 ribu agen, dengan sekitar 30 persen berada di Indonesia Timur.
“Salah satu konsentrasi terbesar ada di Sulawesi,” tambah Riyan.
Dari Kios Sederhana, Kini Layani Puluhan Transaksi
Rahmat, agen Buku Warung di Jalan Tamangapa Raya, Makassar, menjadi contoh perkembangan usaha berbasis layanan keuangan digital. Ia mulai menggunakan layanan Buku Agen sejak 2023, berawal dari aplikasi pembukuan hingga akhirnya memakai mesin EDC.
Awalnya hanya aplikasi, sekarang sudah pakai mesin. Dalam sehari bisa 20 sampai 30 transaksi,” katanya.Layanan yang diberikan mencakup tarik tunai, pembayaran listrik, PDAM, isi pulsa, hingga transaksi transportasi online. Kehadiran layanan ini memudahkan warga sekitar yang sebelumnya harus ke ATM atau bank.Sekarang lebih dekat, tidak perlu antre,” ujarnya.
Usaha tersebut berawal dari kios campuran yang dikelolanya. Tawaran mencoba mesin Buku Agen menjadi titik balik. Respons masyarakat yang tinggi membuat transaksi terus meningkat.
Nominal tarik tunai yang dilayani bisa mencapai Rp10 juta. Biaya administrasi bervariasi, misalnya Rp5 ribu untuk Rp1 juta dan Rp10 ribu untuk Rp3 juta.
Dari aktivitas itu, Rahmat memperoleh penghasilan sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Pendapatan tersebut bahkan membantu membiayai pendidikan anaknya yang kini bersekolah di Kairo, Mesir.
Ke depan, ia berencana menambah mesin dan memperluas layanan jika ada kesempatan.Kalau ada rezeki, ingin tambah lagi,” tuturnya.
Dorong Inklusi Keuangan
Buku Warung terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi keuangan bagi UMKM. Layanannya mencakup pencatatan keuangan, pembayaran digital, hingga akses pembiayaan.
Melalui ekosistem seperti Buku Agen dan Buku Modal, platform ini mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas peran dalam aktivitas ekonomi masyarakat.Dengan jangkauan hingga wilayah tier 2 sampai tier 4, Buku Warung menargetkan peningkatan inklusi keuangan serta pertumbuhan berkelanjutan bagi UMKM di Indonesia.(***)





