SPEDISIA-MAKASSAR — Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar kembali melahirkan akademisi bergelar doktor di bidang Ilmu Manajemen. Gelar tersebut resmi diraih oleh Yunus Tekad Kurniadi Ruslak Hammar usai berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor yang digelar di Gedung Pascasarjana STIE AMKOP, Jumat (8/5/2026).
Dalam sidang promosinya, Yunus mempresentasikan penelitian mendalam yang mengangkat judul “Pengaruh Kompetensi, Motivasi dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Dosen Dimediasi Komunikasi Interpersonal pada Perguruan Tinggi Swasta di Provinsi Papua Barat”.
Berdasarkan pemaparannya, Yunus menyimpulkan bahwa kompetensi, motivasi, dan komitmen organisasi memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap peningkatan kinerja dosen pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Papua Barat.
“Semakin tinggi kompetensi seorang dosen, yang diiringi dengan motivasi serta komitmen organisasi yang kuat, maka akan semakin baik pula komunikasi interpersonal dan kinerja yang dihasilkannya,” papar Yunus dalam paparan kesimpulan hasil penelitiannya.
Secara akademis, hasil riset ini memperkuat sejumlah landasan teori manajemen sumber daya manusia. Penelitian ini sejalan dengan Teori Windows (Donald, 2007) yang menegaskan bahwa kompetensi—yang mencakup pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap—merupakan titik sentral dalam mencapai keberhasilan kinerja. Penilaian kinerja dosen sangat ditentukan oleh kompetensi dalam melaksanakan kegiatan pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sebagaimana ditegaskan oleh Tudero (2004).
Selain itu, temuan ini juga mendukung Goal Setting Theory (Locke, 1968) terkait motivasi. Dosen yang memiliki tujuan spesifik dan komitmen yang teguh akan menghasilkan tingkat kinerja yang lebih tinggi. Riset ini juga selaras dengan Teori Keseimbangan dari Wexley dan Yuki, di mana prestasi optimal seorang akademisi akan tercapai apabila mereka mendapatkan manfaat (benefit) dan rangsangan (inducement) secara adil (reasonable) di lingkungan kerjanya.
Catatan dan Evaluasi untuk Dosen PTS Papua Barat
Meskipun secara umum temuan menunjukkan indikator yang positif, Yunus turut memberikan sejumlah saran strategis yang perlu menjadi catatan bagi para dosen PTS di Provinsi Papua Barat.
Pertama, dari aspek kompetensi, secara keseluruhan dinilai sudah baik. Namun, pemahaman terkait pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Selain itu, kemampuan berkomunikasi baik dengan sesama rekan dosen maupun mahasiswa membutuhkan peningkatan agar kinerja organisasi kampus semakin solid.
Kedua, dari sisi motivasi, pengembangan diri dosen masih perlu ditingkatkan agar mampu mencapai hasil kerja yang lebih baik secara kualitas maupun kuantitas. Yunus juga menyoroti pentingnya membangun kemandirian bertindak bagi para dosen tanpa harus membebani pihak lain.
“Ketiga, terkait komitmen organisasi, tingkat kesetiaan dan keinginan dosen untuk bertahan lama mengabdi di PTS masing-masing masih perlu dievaluasi. Hal ini mutlak diperlukan karena berhubungan erat dengan konsistensi kinerja dosen yang bersangkutan ke depannya,” pungkasnya.(***)





