Laporan: Isma Azis Riu (Chimot), Kuala Lumpur, Malaysia
SPEDISIA-KUALA LUMPUR — Konser megah yang mempertemukan dua grup musik legendaris Indonesia, DEWA 19 dan Padi Reborn, sukses mengguncang Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Jumat malam, 6 Juni 2026. Ribuan penggemar memadati arena sejak sore hari untuk menyaksikan penampilan musisi favorit mereka dalam satu panggung yang sarat nostalgia dan penuh energi.

DEWA 19 mengusung tema “Cintaku Tertinggal di Malaysia”, menghadirkan tiga vokalis utama sekaligus, yakni Ari Lasso, Virzha, dan Marcello Tahitoe atau Ello. Penampilan mereka semakin lengkap dengan aksi energik drummer Tyo Nugros yang kembali menunjukkan kualitas permainan terbaiknya di atas panggung.
Dari lokasi acara, suasana terlihat begitu meriah. Mayoritas penonton kompak mengenakan pakaian berwarna hitam, menciptakan lautan manusia yang menyatu dalam semangat dan kecintaan terhadap musik Indonesia. Setiap lagu yang dibawakan langsung disambut nyanyian massal dari para penggemar. Ribuan suara berpadu menjadi satu, menciptakan harmoni yang rapi, lancar, dan penuh penghayatan.
Sebagai Citizen Reporter yang melaporkan langsung dari Kuala Lumpur, saya menyaksikan sendiri bagaimana antusiasme penonton begitu luar biasa. Area sekitar Axiata Arena dipenuhi penggemar dari berbagai daerah, bahkan dari berbagai negara tetangga. Mereka berdiri berdampingan, bernyanyi bersama, dan menikmati setiap penampilan yang disuguhkan.
Saya sendiri bersama suami terbang khusus ke Malaysia untuk menyaksikan konser ini sebagai bentuk dukungan dan support kepada sahabat-sahabat kami dari SMA Negeri 2 Makassar yang turut menjadi bagian dari perjalanan dan kebersamaan dalam momen istimewa ini.
Penampilan Padi Reborn juga tak kalah memukau. Lagu-lagu hits yang telah melekat di hati penggemar berhasil membawa suasana menjadi lebih emosional dan hangat. Setiap lagu seakan mengajak penonton kembali mengenang berbagai kisah dan kenangan masa lalu.
Konser DEWA 19 dan Padi Reborn di Kuala Lumpur malam itu bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan pelepas rindu bagi para penggemar musik Indonesia di Malaysia. Sebuah malam yang penuh kenangan, kebersamaan, dan bukti bahwa karya-karya musik Indonesia tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat lintas negara.







