SPEDISIA—JAKARTA- Palang Merah Indonesia (PMI) terus menunjukkan komitmennya dalam penanganan dampak bencana banjir dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh. Saat ini, PMI memfokuskan upaya pada pembersihan sisa lumpur, kayu, dan material banjir yang masih menutup permukiman warga serta fasilitas umum.
,
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan pembersihan sisa banjir, PMI mengirimkan bantuan peralatan pembersihan dalam jumlah besar. Bantuan tersebut meliputi 20.000 cangkul, 20.000 sekop, 20.000 cleaning kit. Selain itu PMI juga mengirimkan alat berat berupa 41 unit excavator mini dan 6 unit excavator besar.
Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana dan mendorong masyarakat agar dapat melakukan pembersihan secara mandiri.Kita bersama BNPB membersihkan jalan, lumpur, dan kayu. Kita akan fokus membersihkan rumah-rumah, dengan mengirim peralatan untuk melakukan pembersihan secara mandiri yaitu 20.000 cangkul, 20.000 sekop, dan 20.000 cleaning kit. Selain itu ada juga excavator mini sebanyak 41 unit yang diharapkan mampu menjangkau areal sempit yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan biasa, serta excavator besar sebanyak 6 unit,” ujar Jusuf Kalla.
Menurutnya, keberadaan excavator mini menjadi sangat penting karena sifatnya yang lebih mobile dan mampu beroperasi di kawasan permukiman padat yang tertimbun lumpur pascabanjir bandang, sehingga mempercepat pembersihan rumah-rumah warga.
Seluruh bantuan peralatan dari PMI tersebut direncanakan akan diberangkatkan pada 3 Januari 2026 menggunakan kapal Kalla Lines melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju wilayah terdampak di Sumatera dan Aceh.
Dengan pengiriman bantuan ini, PMI berharap proses pembersihan lingkungan, rumah warga, dan fasilitas umum dapat berjalan lebih cepat, sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dan memasuki tahap pemulihan secara normal.
[18:14, 30/12/2025] +62 858-2512-3465: PMI Salurkan 1 Juta Buku untuk Anak Sekolah Terdampak Banjir di Sumatera dan Aceh
Jakarta 30 Desember 2025 — Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pemulihan pascabencana banjir dan banjir bandang di Sumatera dan Aceh. Selain fokus pada pembersihan lingkungan, PMI juga memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan dengan menyalurkan bantuan buku pelajaran sebanyak 1 juta eksemplar untuk anak-anak sekolah terdampak.
Bantuan ini diberikan menyusul banyaknya buku pelajaran milik siswa yang rusak dan hanyut akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. PMI berharap bantuan buku dapat membantu anak-anak kembali belajar dan melanjutkan pendidikan mereka tanpa hambatan.
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga masa depan anak-anak.
“Saat banjir bandang terjadi, banyak buku sekolah anak-anak yang hanyut dan rusak. Karena itu PMI fokus membantu anak-anak sekolah dengan menyediakan buku agar mereka bisa kembali belajar dan bersekolah seperti biasa,” ujar Jusuf Kalla.
Saat ini, seluruh bantuan buku tersebut tengah diproses dan dipacking di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Selanjutnya, bantuan akan dilakukan loading ke kapal pada 2 Januari 2026.
Bantuan buku dari PMI direncanakan diberangkatkan pada 3 Januari 2026 menggunakan kapal Kalla Lines melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju wilayah terdampak di Sumatera dan Aceh.
PMI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan sosial, khususnya untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.(***)





