by. Muhammad Fajry Ramadhan
Hari-hari menyenangkan di penghujung tahun 2025, kami sekeluarga menghabiskan waktu dengan berwisata ke Bali. Di kampung I Ngusti Ngurah Rai ini meniknati banyak panorama alam dan permainan yang sangat menyenangkan. Setidaknya ada beberapa games yang sangat nembuat kami sangat berkesan, yakni Bermain motor ATV di Ubud dan Games Flyboard di Tanjung Benoa, serta Ayunan di Jembatan Kaca.
Kuber Bali Adventure
Saat di hari pertama berkunjung ke objek wisata, kami langsung mengunjungi Kuber Bali Adventur di Kabupaten Gianyar untuk menjajakan motor ATV keliling lembah di daerah Ubud. Di sepanjang jalan kami bersama tim yang terdiri dari touris-touris asing itu harus terus fokus untuk mengendarai motor di medan yang kadang terjal, mengarungi hutan, menyusuri goa dan menghantam genangan dan bahkan melintasi air terjun. Seru pokoknya bermain ATV, kami menghabiskan waktu 90 menit untuk bisa menyelesaikan semua rute yang telah ditentukan.
Flyboard Tanjung Benoa
Kami pun sangat berkesan dengan permainan di bibir pantai Tanjung Benoa, flyboard namanya. Permainan ini merupakan sarana favorit bagi turis yang berkunjung ke Bali, kami harus antri hanya sekedar nenikmati permainan ini yang berdurasi 15 menit. Sepanjang waktu harus mengudara di atas laut yang dipandu oleh instruktur. Seru deh tentunya.
Berayun di Pinggir Jurang
Permainan lain yang menyenangkan adalah saat memasuki area Glass Bridge atau jembatan kaca di Tampak Siring, Gianyar. Di dalam area ini setidaknya ada dua wahana yang menakjubkan sekaligus menegangkan, yaitu berjalan di atas jembatan kaca yang panjang di sungai, serta di ujungnya ada ayunan yang berdiri di pinggi jurang yang menegangkan saat pemandu mulai mengayun dari bekakang.
Mengunjungi Situs Budaya
Bali memang menjanjikan berbagai obyek wisata, berbagai situs budaya pun menjadi tempat favorit untuk dikunjungi seperti patung tertinggi di Asia yakni Garuda Wisnu Kencana atau GWK di kawasan Ungasan, Kabupaten Badung. Kemudian juga bertamasya ke Pantai Uluwatu. Pantai Pandawa dan Pantai Melasti. Di sepanjang jalan kami disuguhnya panorama dan nuansa budaya dan Adat Bali yang sangat kental, sesajen, sesembahan hingga Banjar dan Pura adalah sesuatu yang sangat memanjakan mata dalan setiap langkah kami.
Hari-hari berikutnya juga tatkala menyenangkan karena selain belanja di pusat ole-ole seperti di Krisna, Agung dan Joger, juga terus mengunjungi tempat wisata seperti rumah bersih di desa Adat Penglipuran Bangli, ke Kintamani menikmati pemandangan gunung aktif dan danaunya yang indah.
Living World Mall
Kami juga menyisihkan waktu untuk mengunjungi beberapa Mal di Bali, seperti Mal terbaru adalah Icon Bali di Sanur, mal ini menjadi pusat outlet barang premium. Tetapi, yang sering kami kunjungi adalah Mal Living World di Denpasar, mal ini kalo di Makassar sama dengan Mal Ratu Indah ya, kami sempat nonton di XXI-nya deh, ya nonton Avatar: Fire and Ash, filmnya sangat seru dan menakjubkan dan durasinya sangat panjang. Ya sekitar 3 jam setengah, pokoknya kami terpaksa pulang tengah malam.
Tahun Baru di Canggu
Puncak dari perjalanan wisata kami tahun lalu adalah tatkala kami bersama keluarga mengunjungi wisata Canggu untuk melepas sambut tahun 2025 ke 2026. Kami memilih pusat pergantian tahun di Pantai Batu Bolong karena di sana suasananya sangat indah dan ramai, turis-turis asing sangat mendominasi dan berbaur dengan masyarakat lokal, semuanya larut dan bergembira dalam pesta kembang api di bibir pantai.
Satu hal yang sangat menggembirakan bagi kami karena meskipun ramai dan membludak orang dengan berbagai latar belakang, tetapi suasananya sangat tertib dan aman. Sehingga kami benar-benar menikmati malam pergantian tahun dengan suasana yang sangat menggenbirakan.
Happy New Year 2026
Thank’s
Canggu, Bali, 1 Januari 2026
Penulis/ Siswa Kelas IX SMP IT Al Fityan Gowa





