SPEDISIA-MAKASSAR – Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIX di Swiss-Belhotel Makassar, Minggu-Senin, 6-7 September 2026.

Rakerda XIX SOKSI Sulsel mengusung tema “Konsolidasi Kekaryaan SOKSI Sulsel Mengawal Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif.”

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DEPIDAR XIX SOKSI Sulawesi Selatan periode 2025-2030, Andi Patarai Amir, menegaskan SOKSI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang mendapat dukungan dari Partai Golkar.

Menurutnya, SOKSI juga harus mengambil peran aktif untuk memperkuat dan membesarkan Partai Golkar.

“SOKSI tidak boleh hanya dibesarkan oleh Partai Golkar, tetapi SOKSI harus ikut membesarkan Partai Golkar.Sambutan Ketua Umum tersebut yang kami pegang dan menjadi semangat bagi kami dalam menjalankan roda organisasi,” kata Patarai Amir dalam Rakerda XIX SOKSI Sulsel.

Legislator Sulsel Partai Golkar ini menjelaskan, Rakerda merupakan salah satu kewajiban organisasi sekaligus momentum untuk menyatukan langkah dan menyusun arah gerak SOKSI Sulsel ke depan.

Pelaksanaan Rakerda tersebut juga merujuk pada semangat yang disampaikan Ketua Umum SOKSI dalam Rapimnas di Bandung.
Ia mengatakan SOKSI sengaja menggelar Rakerda setelah Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel. Langkah tersebut bertujuan menyelaraskan program kerja SOKSI dengan agenda Partai Golkar.

“Berdasarkan hasil rapat pleno, kami memutuskan Rakerda SOKSI dilaksanakan setelah selesainya Musda Partai Golkar. Kami ingin menyinkronkan program-program kerja SOKSI dengan program kerja Partai Golkar,” ujarnya.

Patarai juga menyampaikan kesiapan SOKSI mendukung program Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, sepanjang program tersebut berorientasi pada kepentingan dan kemajuan partai.

“Kami siap membackup dan mendukung seluruh program Pak Ketua, sepanjang itu untuk kepentingan dan kemajuan Partai Golkar. Kami datang dengan semangat untuk bekerja, membangun sinergi, dan memastikan SOKSI dapat memberikan kontribusi nyata bagi Partai Golkar,” tegasnya.

Salah satu program prioritas SOKSI Sulsel, lanjut Patarai, yakni Program P2KB. Program tersebut akan menjadi instrumen untuk merekrut dan membina kader-kader SOKSI agar mampu menjadi kekuatan organisasi sekaligus mendukung Partai Golkar.

“P2KB akan menjadi salah satu program prioritas kami dalam merekrut dan membina kader-kader SOKSI, yang nantinya diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk membackup dan membesarkan Partai Golkar ke depan,” katanya.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang juga hadir mengakui SOKSI masih menghadapi sejumlah keterbatasan.

Namun, ia menilai kondisi tersebut harus menjadi tantangan bersama untuk mengembalikan kekuatan organisasi.
IAS mengingatkan kembali posisi strategis SOKSI dalam sejarah perjalanan Golkar.

“Jangan sampai kita berpikir bahwa SOKSI dibesarkan oleh Partai Golkar. Kalau kita kembali melihat perjalanan sejarah, justru SOKSI-lah yang menjadi salah satu kekuatan yang merintis dan membesarkan Golkar hingga kemudian berkembang menjadi sebuah partai politik,” ujar IAS.

Ia menilai perubahan teknologi, arus informasi, serta karakter masyarakat yang semakin kritis menuntut organisasi politik dan organisasi pendukungnya mengubah pendekatan.

IAS berharap SOKSI tidak hanya mengandalkan pendekatan struktural, tetapi juga hadir secara konkret dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga mendorong SOKSI membuka ruang rekrutmen kader secara lebih luas, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat yang memiliki potensi.

“Golkar harus menjadi sebuah rumah besar yang mampu memberikan ruang, kesempatan, dan jalan bagi kader-kader SOKSI untuk berkembang dan melanjutkan estafet kepemimpinan ke depan,” katanya.

IAS berharap SOKSI tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah Golkar, tetapi juga mengambil peran penting dalam masa depan partai.

“Mari kita bangun kembali kekuatan itu. Mari kita bangun komitmen bersama. Dan mari kita pastikan SOKSI dan Partai Golkar dapat berjalan bersama untuk menghadapi perubahan zaman dan memenangkan masa depan.”

Ketua Umum Depinas SOKSI, Mukhammad Misbakhun, menekankan pentingnya konsolidasi organisasi untuk memperkuat kembali posisi SOKSI sebagai salah satu kekuatan strategis Golkar.

Misbakhun menyoroti dinamika politik di Sulawesi Selatan dan sejumlah daerah lain yang menurutnya harus menjadi bahan evaluasi bagi kader SOKSI.

Ia mengatakan konsolidasi memang membutuhkan tenaga dan waktu, tetapi menjadi pekerjaan utama organisasi.

“Kita harus bergerak. Konsolidasi memang pekerjaan yang paling melelahkan, paling menguras tenaga, dan mungkin juga paling berat. Tetapi itulah pekerjaan organisasi yang harus kita jalani dan harus kita lakukan, karena konsolidasi adalah urat nadi partai dan urat nadi organisasi kemasyarakatan.”
Misbakhun mengingatkan bahwa perjalanan sejarah Golkar tidak terlepas dari peran organisasi kemasyarakatan seperti SOKSI, MKGR, dan KOSGORO 1957.

Menurutnya, organisasi-organisasi tersebut menjadi bagian dari kekuatan dan fondasi yang mengiringi perjalanan Golkar sebelum berkembang sebagai partai politik.

“Karena itu, kita tidak boleh memandang SOKSI hanya sebagai organisasi pendamping. SOKSI harus menjadi salah satu kekuatan utama yang ikut membesarkan Partai Golkar,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh kader SOKSI di Sulawesi Selatan menjadikan sejarah panjang tersebut sebagai energi untuk memperkuat organisasi.

“Kita harus melakukan konsolidasi, memperkuat struktur, memperbanyak kader, dan yang paling penting, kita harus kembali hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Misbakhun menegaskan, upaya mengembalikan kejayaan Golkar harus berjalan seiring dengan penguatan organisasi pendukungnya.

“Kalau kita ingin mengembalikan kejayaan Golkar, maka kita harus mulai dengan membangun kembali kekuatan organisasinya. Dan SOKSI harus mengambil bagian penting dalam perjuangan itu,” tuturnya.

Rakerda XIX SOKSI Sulsel turut dihadiri jajaran Depinas SOKSI, antara lain Sekjen Depinas SOKSI Putri Komaruddin, Bendum Depinas SOKSI Bagus Adhi Mahendra Putra, Waketum Depinas SOKSI Hakim Komaruddin, serta pengurus teras Depinas SOKSI Risman Pasigai, Abdul Razak alias Acha, dan Azhar Adam.

Hadir pula Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi (Cicu), Bupati Soppeng Suwardi Haseng, serta sejumlah legislator Partai Golkar.

Melalui Rakerda XIX, SOKSI Sulsel menargetkan penguatan konsolidasi organisasi, peningkatan kaderisasi, serta penyelarasan program dengan Partai Golkar.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat kontribusi SOKSI dalam mendampingi masyarakat dan mendukung agenda Partai Golkar di Sulawesi Selatan. (***)