SPEDISIA—MAKASSAR,- Program Pascasarjana Ilmu Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar menggelar sidang promosi doktor bagi Manuel Lambi pada Rabu (6/5). Dalam sidang tersebut, Manuel Lambi mempertahankan disertasinya yang berjudul “Peran Modal Manusia dan Kemampuan Dinamis terhadap Kinerja Bisnis Dimediasi Manajemen Risiko dan Kapabilitas Jejaring pada Perbankan BUMN di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat.

Dalam paparannya, Manuel Lambi menjelaskan bahwa modal manusia dan kemampuan dinamis memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen risiko serta kapabilitas jejaring. Artinya, semakin baik kualitas sumber daya manusia dan kemampuan adaptasi organisasi, maka semakin tinggi pula kualitas pengelolaan risiko dan jejaring bisnis yang dimiliki perbankan.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa modal manusia secara langsung belum memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja bisnis perbankan BUMN di Kabupaten Manokwari. Kinerja bisnis baru akan meningkat secara nyata apabila modal manusia didukung oleh kemampuan dinamis serta kapabilitas jejaring yang kuat.

“Kemampuan dinamis terbukti menjadi variabel penting yang secara langsung meningkatkan kinerja bisnis perbankan BUMN,” ujarnya dalam sidang tersebut.
Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko tidak mampu memediasi hubungan antara modal manusia dan kinerja bisnis. Sebaliknya, kapabilitas jejaring terbukti mampu menjadi mediator yang memperkuat pengaruh modal manusia terhadap kinerja perusahaan.

Penelitian ini juga memperkuat teori Resource-Based View (RBV) yang dikemukakan oleh Barney (1991), yang menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya secara efektif dan efisien dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Dalam konteks perbankan, teori ini dinilai relevan mengingat keterbatasan sumber daya yang dimiliki, sehingga optimalisasi menjadi kunci utama.

Manuel Lambi juga memberikan sejumlah rekomendasi. Secara praktis, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas modal manusia, terutama dalam aspek pengetahuan, keterampilan, kreativitas, kemampuan adaptasi, serta pemanfaatan teknologi. Selain itu, inovasi organisasi dan hubungan kerja yang harmonis antara karyawan, nasabah, dan pimpinan juga perlu terus ditingkatkan.

Dari sisi manajemen risiko dan jejaring, perbankan BUMN di Manokwari dinilai sudah berjalan cukup baik, meskipun masih memerlukan penguatan dalam menghadapi dinamika bisnis yang terus berkembang.Secara keseluruhan, kinerja bisnis perbankan BUMN di wilayah tersebut tergolong baik, namun peningkatan pada aspek sumber daya manusia, kemampuan dinamis, manajemen risiko, dan kapabilitas jejaring dinilai masih menjadi pekerjaan rumah ke depan.Untuk pengembangan keilmuan, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi lanjutan. Peneliti berikutnya disarankan untuk menambahkan variabel dan indikator lain agar hasil penelitian menjadi lebih komprehensif dan mendalam.(***)