SPEDISIA-MAKASSAR — FEBIANUS HEATUBUN resmi menjalani promosi doktor di Kampus Pascasarjana STIE AMKOP Makassar, Kamis (7/5/2026). Ujian promosi doktor tersebut berlangsung di lantai 1 Gedung Pascasarjana mulai pukul 09.15 Wita hingga berakhir pada pukul 11.45 Wita.

Dalam sidang terbuka tersebut, FEBIANUS HEATUBUN mempresentasikan disertasi berjudul “Pengaruh Karakteristik Individu dan Efektivitas Kepemimpinan terhadap Kinerja Dosen melalui Organizational Citizenship Behavior dan Sistem Penjaminan Mutu Internal pada PTS di LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat.

Penelitian ini menyoroti pentingnya karakteristik individu dan efektivitas kepemimpinan dalam meningkatkan Organizational Citizenship Behavior (OCB), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta kinerja dosen pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Dalam pemaparannya, FEBIANUS HEATUBUN menyimpulkan bahwa karakteristik individu dan efektivitas kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB, SPMI, serta kinerja dosen. Semakin baik karakteristik individu dan efektivitas kepemimpinan pada PTS, maka semakin tinggi pula OCB, implementasi SPMI, dan kinerja dosen.

Karakteristik individu dan efektivitas kepemimpinan terbukti secara signifikan mempengaruhi tinggi rendahnya OCB, SPMI, dan kinerja dosen pada PTS di Provinsi Papua dan Papua Barat, ujarnya dalam sidang promosi doktor.
Ia menjelaskan, temuan penelitian tersebut mendukung teori perilaku organisasi yang dikemukakan Robbins dan Judge (2013). Teori tersebut terdiri atas tiga bagian penting, yakni masukan, proses, dan keluaran.

Masukan merupakan kondisi awal sebelum hubungan kerja antara pimpinan dan dosen berlangsung. Selanjutnya, proses meliputi tindakan dan keputusan yang dilakukan individu dosen, kelompok, maupun institusi perguruan tinggi. Adapun keluaran merupakan hasil akhir berupa peningkatan kinerja dosen yang dipengaruhi berbagai variabel seperti karakteristik individu, efektivitas kepemimpinan, OCB, dan SPMI.

Menurut FEBIANUS HEATUBUN, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memahami dinamika karakteristik individu, efektivitas kepemimpinan, OCB, dan SPMI terhadap peningkatan kinerja dosen dalam perspektif teori perilaku organisasi.

Selain itu, penelitian tersebut juga menawarkan rekomendasi praktis bagi pimpinan PTS agar meningkatkan kinerja dosen melalui program pelatihan, pemberian apresiasi, serta penciptaan lingkungan kampus yang kondusif untuk mendukung proses belajar mengajar.

Dalam bagian saran, penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan ilmu terkait karakteristik individu, efektivitas kepemimpinan, OCB, dan SPMI untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi, khususnya di wilayah Papua dan Papua Barat.

Sementara dari sisi praktis, FEBIANUS HEATUBUN menilai secara umum kinerja dosen PTS di Papua dan Papua Barat telah berjalan baik. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan dalam aspek standar kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta pelaksanaan tugas akademik secara optimal guna mendukung mutu perguruan tinggi yang berdaya saing.(***)