SPEDISIA-MAKASSAR – Motivasi terbukti menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kinerja personel Biro SDM Polda Sulawesi Barat. Temuan tersebut terungkap dalam sidang promosi doktor yang dijalani Soelaeman pada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP, Kamis (2/7/2026).

Sidang promosi doktor yang berlangsung di lantai satu Gedung Pascasarjana STIE AMKOP itu mengangkat disertasi berjudul “Analisis Gaya Kepemimpinan, Penguasaan IT dan Pembinaan Karir terhadap Kinerja Melalui Motivasi Personil pada Biro SDM Kepolisian Daerah Sulawesi Barat.”

Dalam pemaparan hasil penelitian, Soelaeman menyampaikan bahwa dari sepuluh hipotesis yang diuji, delapan hipotesis dinyatakan signifikan dan diterima, sedangkan dua hipotesis lainnya ditolak karena tidak memenuhi kriteria signifikansi statistik. Hasil tersebut menunjukkan sebagian besar hubungan antarvariabel dalam model penelitian memiliki dasar empiris yang kuat serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Penelitian itu menemukan bahwa motivasi merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap peningkatan kinerja personel. Bahkan, motivasi tidak hanya berpengaruh secara langsung terhadap kinerja, tetapi juga berperan sebagai mediator utama dalam hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja personel.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif tidak serta-merta meningkatkan kinerja personel. Kepemimpinan harus mampu membangun motivasi terlebih dahulu agar berdampak pada peningkatan kinerja,” ungkap Soelaeman dalam pemaparannya.

Sebaliknya, penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa pengaruh langsung gaya kepemimpinan terhadap kinerja personel tidak terbukti signifikan. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa dalam organisasi yang memiliki struktur hierarkis seperti institusi kepolisian, pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja lebih banyak berlangsung melalui faktor psikologis internal, khususnya motivasi personel.

Karena itu, Soelaeman menilai upaya meningkatkan kinerja personel tidak cukup hanya dengan memperbaiki pola kepemimpinan, tetapi juga harus diikuti strategi yang mampu membangun motivasi kerja secara berkelanjutan.

Dalam bagian rekomendasi disertasinya, Soelaeman mengusulkan sejumlah langkah strategis bagi Biro SDM Polda Sulawesi Barat. Di antaranya peningkatan kapasitas kepemimpinan melalui pelatihan kepemimpinan strategis berbasis pengambilan keputusan, program mentoring dan coaching oleh pemimpin senior, pengembangan sistem pendukung keputusan (decision support system), serta evaluasi berkala terhadap kebijakan yang diambil pimpinan.

Selain itu, penelitian juga merekomendasikan penguatan penguasaan teknologi informasi di lingkungan Biro SDM melalui peningkatan literasi digital, pelaksanaan seminar yang menampilkan studi kasus keberhasilan penerapan teknologi, serta pemberian insentif bagi personel yang menghasilkan inovasi berbasis teknologi.

Hasil penelitian tersebut diharapkan menjadi salah satu referensi ilmiah dalam penyusunan kebijakan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, khususnya dalam upaya meningkatkan motivasi dan kinerja personel secara berkelanjutan.(***)