SPEDISIA-MAKASSAR – Penelitian mengenai penguatan tata kelola pemerintahan kembali menambah khazanah akademik di dunia pendidikan tinggi. Yohanes D. Resi menjalani promosi doktor yang berlangsung di Gedung Pascasarjana STIE AMKOP Makassar, Senin (18/5/2026).
Dalam sidang promosi doktor tersebut, Yohanes mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia, Akuntabilitas, dan Transparansi terhadap Kinerja Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat Dimediasi oleh Pengendalian Intern.”
Penelitian itu mengkaji keterkaitan antara kualitas sumber daya manusia (SDM), akuntabilitas, transparansi, pengendalian intern, serta dampaknya terhadap peningkatan kinerja organisasi pemerintahan daerah, khususnya pada Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat.
Berdasarkan hasil penelitian, Yohanes menyimpulkan bahwa kualitas SDM, akuntabilitas, dan transparansi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengendalian intern serta kinerja Sekretariat Daerah Provinsi Papua Barat. Temuan menunjukkan bahwa semakin baik kualitas SDM, akuntabilitas, dan transparansi, maka semakin tinggi efektivitas pengendalian intern dan kinerja organisasi pemerintahan.
Menurutnya, hasil penelitian tersebut memperkuat Agency Theory yang menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebagai agen memiliki tanggung jawab menjalankan amanah masyarakat sebagai prinsipal. Pemerintah daerah dituntut menghadirkan kinerja yang baik, sekaligus menyajikan informasi secara terbuka dan transparan kepada masyarakat.
Pemerintah daerah sebagai agen harus memiliki kinerja yang baik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta berkewajiban menyajikan informasi secara detail dan transparan,” ungkap Yohanes dalam pemaparannya.Selain itu, penelitian juga mendukung Goal Setting Theory yang menekankan pentingnya tujuan yang jelas dalam meningkatkan komitmen individu maupun organisasi. Pemahaman yang tepat terhadap tujuan organisasi dinilai dapat memperkuat komitmen aparatur dalam mencapai target kinerja.
Tidak hanya memberi kontribusi akademik, penelitian tersebut juga menghadirkan rekomendasi praktis bagi Pemerintah Provinsi Papua Barat. Di antaranya melalui peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan, pelatihan, penguatan kompetensi aparatur, serta peningkatan sistem pengendalian intern dalam pengelolaan keuangan daerah Dalam bagian implikasi praktis, penelitian itu menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme aparatur pemerintah daerah agar lebih memahami prinsip akuntabilitas, transparansi, dan pengendalian intern yang efektif.
Sementara dari sisi akademik, hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya pengembangan ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, khususnya terkait hubungan kualitas SDM, akuntabilitas, transparansi, pengendalian intern, dan kinerja organisasi pemerintahan.Penelitian tersebut juga membuka peluang bagi kajian lanjutan yang lebih komprehensif terkait faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas tata kelola pemerintahan daerah.(***)





