SPEDISIA-MAKASSAR – Ratusan anak dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) dan klub sepak bola di Makassar mengikuti pemutaran perdana film animasi keluarga Garuda Di Dadaku di Panakkukang Studio 21 Mal Panakkukang, Kamis (11/6/2026). Antusiasme anak-anak terlihat sejak awal pemutaran film yang mengangkat kisah tentang keberanian bermimpi dan pentingnya dukungan orang-orang terdekat.
Film animasi karya anak bangsa tersebut resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2026.
Garuda Di Dadaku mengisahkan Putra (Keanu Azka), seorang anak yang bercita-cita menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Namun, film ini tidak hanya berbicara tentang mimpi besar seorang anak, melainkan juga tentang rasa takut, keraguan, kegagalan, serta orang-orang yang tetap memilih percaya ketika seseorang mulai meragukan dirinya sendiri.
Dalam perjalanannya, Putra ditemani Gaga (Kristo Immanuel), sosok Garuda kecil magis yang membantunya menemukan kembali keberanian untuk melangkah. Ia juga didampingi Naya (Quinn Salman), sahabat yang selalu mengingatkan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar selama tidak dijalani sendirian.
Sutradara Ronny Gani mengatakan, film ini lahir dari pengalaman personal yang dekat dengan kehidupan banyak anak.
“Setiap anak pernah merasa tidak cukup baik, pernah takut gagal, atau merasa mimpinya terlalu jauh untuk diraih. Saya juga pernah merasakan hal yang sama. Sering kali yang membuat kita terus melangkah bukan karena tiba-tiba menjadi berani, tetapi karena ada seseorang yang lebih dulu percaya kepada kita,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi alasan mengapa Garuda Di Dadaku dirancang sebagai tontonan keluarga.
Produser Shanty Harmayn menilai dukungan sederhana dari orang tua dapat menjadi faktor penting dalam perjalanan seorang anak mengejar cita-citanya.
“Kadang kita lupa bahwa satu kalimat sederhana atau satu bentuk dukungan kecil bisa menentukan apakah seorang anak berani melangkah atau memilih menyerah. Kepercayaan yang diberikan hari ini bisa menjadi bagian penting dari mimpi besar mereka di masa depan,” katanya.
Selain menghadirkan kisah yang hangat dan inspiratif, film ini juga menjadi bukti kolaborasi besar industri animasi Indonesia. Diproduksi KAWI Animation, proyek tersebut melibatkan ratusan kreator dari berbagai studio animasi dan kreatif di Indonesia.
Prestasi membanggakan juga diraih film ini di tingkat internasional. Garuda Di Dadaku masuk nominasi kategori Animation pada Golden Goblet Awards dalam Shanghai International Film Festival 2026. Film tersebut bersaing dengan karya animasi dari berbagai negara, termasuk Brasil, Swedia, Norwegia, Denmark, Prancis, Spanyol, Chile, dan Argentina.
Film ini merupakan interpretasi animasi terbaru dari IP legendaris karya Salman Aristo dan Shanty Harmayn yang telah dikenal luas oleh keluarga Indonesia selama lebih dari satu dekade.
Selain Keanu Azka, Kristo Immanuel, dan Quinn Salman, film ini juga menghadirkan pengisi suara seperti Ibnu Jamil, Revalina S. Temat, Sal Priadi, Ringgo Agus Rahman, Rizky Ridho, Zee Asadel, Oki Rengga, Emir Mahira, serta Bima Sena.
Film Garuda Di Dadaku turut menghadirkan dua lagu original soundtrack, yakni Garuda Di Dadaku yang dibawakan Isyana Sarasvati dan Bersama Sang Garuda yang dinyanyikan Quinn Salman.
Tiket film animasi keluarga Garuda Di Dadaku sudah dapat dibeli melalui platform penjualan tiket bioskop XXI, CGV, Cinepolis, maupun TIX ID.Karena setiap mimpi besar selalu dimulai dari seseorang yang percaya.(***)
#GarudaDiDadaku
#BeraniBermimpi





